Rabu, 30 Januari 2013

Memilih Kata


Akhir-akhir ini, saya senang berpuisi. Yah, walaupun masih puisi abal-abal, hehe

Setelah saya baca-baca ulang puisi saya, saya menyadari, bahwa ternyata puisi yg saya buat sangat sederhana, tapi menjadi lebih bermakna karena pemilihan kata yg tepat saja.

Contoh ya, misalnya tentang seseorang yg rindu pada ibunya. Ketika dia menulisnya dengan bahasa sehari-hari, akan berbunyi “kangen banget nih sama ibuu,,kangen cerita-cerita, kangen jalan-jalan, hiks2..”  (hehe,gausah pake hiks2 juga kali yaa..hehe)

Nah, ketika orang tersebut mengganti bahasanya, menjadi lebih baku atau agak berbeda dari kesehariannya, maka akan berbunyi “ibu, aku rindu. Ingin sekali aku menghabiskan waktu bersamamu, membagi segala keluh kesahku di pangkuanmu..dll”

Terdengar lebih indah, bukan? Nah,itu kan pendapat saya yg masih awam ya, masih sok tahu, atau malah jangan2 memang itu bukan puisi? Hehe biar saja, yg penting saya suka membuatnya.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar