Akhir-akhir ini, saya senang berpuisi. Yah, walaupun masih
puisi abal-abal, hehe
Setelah saya baca-baca ulang puisi saya, saya menyadari,
bahwa ternyata puisi yg saya buat sangat sederhana, tapi menjadi lebih bermakna
karena pemilihan kata yg tepat saja.
Contoh ya, misalnya tentang seseorang yg rindu pada ibunya. Ketika
dia menulisnya dengan bahasa sehari-hari, akan berbunyi “kangen banget nih sama
ibuu,,kangen cerita-cerita, kangen jalan-jalan, hiks2..” (hehe,gausah pake hiks2 juga kali yaa..hehe)
Nah, ketika orang tersebut mengganti bahasanya, menjadi
lebih baku atau agak berbeda dari kesehariannya, maka akan berbunyi “ibu, aku
rindu. Ingin sekali aku menghabiskan waktu bersamamu, membagi segala keluh
kesahku di pangkuanmu..dll”
Terdengar lebih indah, bukan? Nah,itu kan pendapat saya yg
masih awam ya, masih sok tahu, atau malah jangan2 memang itu bukan puisi? Hehe biar
saja, yg penting saya suka membuatnya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar