Kamis, 28 Februari 2013

Peningkatan


“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”

Berdasarkan kalimat diatas, maka tulisan ini hadir. Ketika saya melihat arsip blog saya, pada Januari saya berhasil membuat 10 tulisan. Dan pada Februari  juga sama. Maka saya berpikir saya harus membuat satu tulisan lagi.hehe

Kali ini saya akan bercerita tentang kelemahan saya yang sangat takut pada satu makhluk kecil coklat mengerikan.

Selama tinggal di ruang sunyi, saya merasa ketakutan saya ini ada manfaatnya juga. Begini, saya tau makhluk itu senang berada ditempat yang kotor, lembab, bau. Karena itu saya selalu rajin membersihkan ruang sunyi ini. Jangan sampai ada hal yang mengundang kedatangannya.

Hari ini, saya baru saja belanja keperluan untuk ruang sunyi, malamnya saya mengerjakan tugas. Karena kelelahan saya merasa malas untuk membersihkan barang-barang yang masih berserakan dilantai.

Lalu ketika pagi hari datang, saat saya sedang browsing di laptop, sesuatu jatuh tepat di kelingking saya. Saya langsung menepisnya dan sesuatu itu menghilang. Saya yang parno pun langsung mencari-cari makhluk itu. Apakah itu sahabat baik saya kecoa? Sebelumnya saya menyemprotkan pembasmi nyamuk dan kecoa dulu, supaya kalau nanti ketemu, dia sudah agak mabuk dan tidak lincah lagi.hehe licik

Sambil mencari, terpaksa saya harus membereskan barang-barang saya yang masih berantakan semalam. Padahal masih ngantuk. Lalu saat mengangkat guling, terlihatlah makhluk itu, kecil, berwarna abu-abu, tidak mengerikan. Ternyata yg jatuh tadi bukan kecoa, melainkan cicak.hehe alhamdulillah..

Tampaknya saya memang tidak boleh bermalas-malasan lagi..

Selasa, 26 Februari 2013

Ruang Sunyi - episode 2


Hal yang aku takuti ketika menghuni ruang sunyi ini ada 2. Pertama, hantu kecoa. Kedua, mati lampu. Untuk itu, aku sudah menyediakan alat2 untuk mengatasi hal tersebut. Untuk kecoa, aku sudah beli semacam tongkat pemukul lalat, bentuknya lucu seperti telapak tangan dan warnanya pink. Lalu aku juga membeli obat semprot anti nyamuk dan kecoa. Untuk mati lampu, tadinya aku ingin membeli senter atau lampu batre. Tapi ternyata harganya mahal. Jadi aku putuskan untuk membeli lilin yang super besar.

Hal yang aku takutkan pun terjadi secara bersamaan. Tadi sore menjelang maghrib, listrik di daerah ruang sunyi mati. Untung saat itu sedang ada temanku yang berkunjung. Jadi aku tidak takut kegelapan. Lalu kami berdua mengobrol ditemani cahaya lilin.

Saat sedang mengobrol, temanku melihat sahabat baikku makhluk itu didepan pintu, kecil, coklat, mengerikan. Lalu aku langsung sigap mengambil semprotan. Dan temanku itu membantuku memukul memakai tongkat pengusir lalat sehingga makhluk itu tak berdaya.

Sepertinya aku harus mulai belajar membasmi makhluk itu sendirian, karena temanku kan tidak setiap hari datang kesini.

Khusyu' Dalam Shalat


Lagi-lagi, saya bukan mau bahas gimana caranya khusyu dalam shalat, karena saya masih belum bisa melakukannya.. Yang saya ingat, dulu mentor saya di SMP pernah bilang, “khusyu dalam shalat itu ibarat kita lagi belajar naik sepeda, saat mulai oleng maka berusahalah meluruskannya” begitu, jadi ketika kita sedang shalat lalu pikiran mulai tidak fokus maka berusahalah meluruskannya kembali.
Tentang khusyu dalam shalat, saya punya cerita..

Begini ceritanya..jeng jeng jengg... *lebay

Dulu, sekitar tahun 2010-an, terjadi gempa di ujung kulon, kami semua yg sedang menunggu dosen dilantai 6 pun langsung panik berlarian kebawah. Begitu sampai bawah, teman saya cerita kalau saat gempa terjadi dia sedang shalat. Dan langsung berlari kebawah juga, membatalkan shalatnya, demi menyelamatkan diri.

Disitu saya dan teman-teman lainnya langsung tertawa. Tapi setelah itu saya berpikir, kalau saya ada di posisinya, apa yg akan saya lakukan? Tetap shalatkah? Atau batal?

Pertanyaan ini terjawab beberapa waktu lalu..

Ketika itu saya hendak shalat sunnah, karena tidak ada tempat, saya shalat dibelakang pintu. Ketika sedang duduk diantara dua sujud di rakaat pertama, pandangan saya menangkap sesuatu yang bergerak-gerak disebelah kiri saya. Saya tetap melanjutkan shalat, ketika ruku rakaat kedua, sesuatu itu bergerak-gerak dan berjalan ke atas sajadah saya. Lalu saya bangun dari ruku, menanti sesuatu itu pergi dulu. Tapi ternyata dia tetap disitu, pikiran saya mulai bimbang, lanjutkan, atau batalkan? Saya berdiri lama sekali. Lalu sesuatu itu bergerak, dan berjalan dengan cepat kearah kaki saya. Dan seketika saya langsung lari.

Huuffth.. Ya begitulah, ternyata saya masih tidak bisa mengalahkan rasa takut saya terhadap makhluk kecil, coklat, mengerikan itu..

Ruang Sunyi - episode 1


Mulai sekarang, aku akan menyebut  tempat tinggal baruku ini demikian.

Mengapa ruang sunyi?

Karena kesan itu yang tercipta sesaat setelah keluargaku meninggalkanku disini.

Di kamar baruku ini.

Sunyi, sepi.

Ketika aku hanya sendirian, seolah-olah telingaku mendengar suara  jangkrik. Krik. Krik. Krik.

Ruangan ini cukup nyaman, aku sudah  membawa barang-barangku semua kesini.

Tapi, senyaman apapun, tetap lebih nyaman di rumah sendiri.

Kini aku baru mengerti makna lagu “lebih baik disini, rumah kita sendiri”.

Rabu, 13 Februari 2013

Obat Ibu


Ibu saya, termasuk orang yang ‘apa saja diminum yang penting sehat’. Hal ini menular sekitar 10% kepada saya, karena saya tipe orang yang ‘apa saja diminum yang penting sehat dan enak’.hehe

Apa yang enak dan sehat? Contohnya teh-tehan, susu kedelai, dan jus buah. Saya sangat suka itu.
Apa yang sehat dan tidak enak? Contohnya jamu, lalu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang rasanya aneh.

Selama saya mendampingi ibu saya minum obat, sudah berbagai macam obat herbal yang diminumnya. Mulai yang enak sampai tidak enak, mulai pahit sampai manis, bahkan sampai yang menurut saya mengerikan juga diminumnya. Apapun beliau mau minum, yang penting jadi sehat.

Hingga suatu hari, orang ditempat pengobatan tradisional menyarankan agar ibu minum jus lobak. Tau lobak? Bentuknya seperti wortel tapi warnanya putih. Saya yang disuruh ibu mengolah lobak pun langsung mencuci dan memotong lobak itu, lalu memasukkannya ke dalam juicer agar tinggal minum airnya.

Lalu saya berikan segelas air lobak kepada ibu, warnanya keruh, baunya aneh. Ibu yang merasa aman-aman saja lalu dengan santai meminum air itu sampai habis. Tiba-tiba muka ibu berubah pucat,  dan kemudian ia memuntahkan semua air lobak tadi. Ibuku, yang kukira master obat herbal, ternyata menyerah pada lobak. Dan ia berjanji tidak akan minum lobak lagi.

Lelaki Didalam Mimpi


Dahiku mengernyit ketika memikirkan bagaimana mungkin engkau hadir di dalam mimpiku.
Lalu kemudian mataku berlinang karena merasakan bahagia tak terhingga jika memang benar itu adalah engkau.
Apakah benar itu engkau?
Semua ciri yang kutau memang demikian.
Lalu bagaimana bisa engkau sudi untuk hadir di mimpiku?
Dahiku mengernyit lagi, lalu mencari tau segala tentangmu.
Mataku berlinang lagi, karena kemungkinan besar itu memang engkau.
Aku meyakini, semua yang terjadi di dunia ini ada hikmah dibaliknya.
Namun kadang, nalarku tak mampu mencapainya.
Lalu apa hikmah datangnya engkau ke dalam mimpiku?
Ingin menjawab rinduku kah?
Memang sebelum tidur aku sempat memanggil-manggil namamu.
Ataukah engkau datang untuk mengingatkanku akan kelalaianku selama ini?
Tapi mungkin aku terlalu percaya diri, mungkin ini hanya khayalanku saja.
Mungkin itu bukan engkau.
Aku melihatmu didalam mimpi, itu saja sudah seperti mimpi.
Dan sedetikpun, aku tak mau melupakan ini.

Selasa, 12 Februari 2013

Unforgetable Moment


Hari itu, saya dan beberapa teman pergi untuk menghadiri acara lamaran seorang teman. Kami berangkat kesana naik bajay sambil dempet-dempetan. Sampai disana ternyata teman saya masih ada di salon, ciyee... hihi lalu kami duduk didalam rumahnya menanti kedatangannya. Tidak lama kemudian datanglah teman saya dengan tampilan yang berbeda, sangat cantik dengan nuansa biru-biru. Subhanallah..

Lalu kami mengobrol sebentar sambil menunggu acara dimulai. Kami yang penasaran dengan sosok lelaki pilihan teman saya mulai bertanya-tanya. Yang manakah lelaki itu?hehe lalu teman saya menyuruh saya mendokumentasikan acara tersebut, dan tertangkaplah sosok lelaki  tersebut di kamera.hehe modus berhasil

Acara berlangsung dengan khidmat dan singkat saja. Setelah lamaran dan penentuan tanggal pernikahan, lalu makan-makan. Setelah itu rombongan calon suami teman saya langsung pulang. Sebelum pulang  sang calon sempat memperkenalkan diri dihadapan kami. Hilanglah rasa penasaran kami semua.

Kami yang memang hobi mengobrol masih betah berada dirumah teman saya tersebut, lalu teman saya tersebut bercerita awal mula proses pertemuan ia dan sang calon. Yang saya masih ingat, dia bilang “Jangan takut untuk menentukan target, karena kita tidak tau kapan jodoh itu datang. Tahun lalu saya menentukan target untuk menikah tahun ini, padahal waktu itu jodoh belum terlihat tanda-tandanya sedikitpun.” Kami semua langsung mengucapkan kalimat tasbih. Diantara kami langsung heboh mulai menentukan target dan ada juga yang memajukan targetnya.hehe

Saat sedang asik-asiknya ngobrol, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kami semua bersyukur karena hujan turun setelah acara sudah selesai. Sehingga tidak mengganggu jalannya acara. Lalu kami melihat diluar rumah air mulai menggenang. Saya tanya teman saya,apakah akan banjir? Teman saya bilang kalau hujan memang sudah biasa air menggenang seperti itu, tapi tidak akan tinggi. Ketika ketinggian air diluar rumah sudah melebihi mata kaki, hujan pun berhenti. Alhamdulillah..

Namun tak lama setelah itu, turun hujan yang lebih lebat lagi. Kami yang merasa yakin bahwa tidak akan banjir masih santai saja mengobrol diruang tamu. Hingga tiba-tiba kami sadar bahwa ketinggian air diluar rumah sudah sebetis. Kami langsung panik dan mulai membantu membereskan alat-alat yang masih berada dibawah. Kami semua memandang keluar rumah dan melihat air semakin meninggi. Lalu teman saya berinisiatif untuk mengevakuasi kami semua kerumah budenya yang berada diseberang rumahnya.

Ini yang paling menegangkan. Kami semua tidak pernah mengalami banjir, lalu sekarang harus terpaksa menyebrangi banjir. Para tetangga mulai berdatangan membantu mengevakuasi kami, ini lebay tapi benar-benar terjadi. Ciyus deh.

Ada sekitar 3 orang bapak-bapak yang datang membawakan dan memegangi payung untuk kami, lalu ada beberapa yang menjadi penunjuk jalan agar kami tidak terjeblos kedalam lubang. Saat itu air sudah melebihi lutut kami. Yang sudah bersiap-siap menggulung baju pun jadi percuma karena sudah basah duluan. Kami menyebrang dengan sangat hati-hati dengan perasaan yang sangat takut.

Setelah sampai dirumah budenya, kami pun merasa tenang dan mulai ngobrol-ngobrol dengan para tetangga. Lalu ada juga yang memotret-motret suasana banjir, sekaligus memotret dirinya sendiri.hihi narsis yaa tetep..

Setelah hujan berhenti kamipun langsung pulang tanpa berpamitan dengan teman kami karena ia masih berada didalam rumahnya. Dan tetap naik bajay.. Kejadian ini menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan bagi kami. Tamat.

Jumat, 08 Februari 2013

Mengingat Mati


Hari libur Idul Adha kemarin saya dan keluarga pergi ke Sumedang untuk mengunjungi saudara saya. Kebetulan saudara saya itu punya toko di pasar (saya lupa nama pasarnya). Lalu dia meminta saya mencari tokonya yang bernama “dian colection”. Ketika sedang berputar-putar mencari toko saudara saya, saya kaget karena ada toko yang bernama “Toko Innalillahi”, pikiran saya waduh serem amat nama tokonya. Pas saya lihat ternyata itu toko khusus menjual perlengkapan kematian. Seperti kain kafan, bunga-bungaan, dll.

Beberapa minggu kemudian seorang sahabat mengirim SMS pada saya. Isinya : beli kain kafan yuuk... T.T saya gak begitu kaget dengan SMS itu, karena sejak melihat toko innalillahi itu saya juga sempat terpikir untuk beli kain kafan, tapi belum berani.hihi

Apa tujuannya beli kain kafan? Saya dan sahabat saya itu ternyata sependapat, tujuannya supaya setiap kita buka lemari, dan melihat kain kafan itu, kita jadi ingat mati. Dengan mengingat mati maka kita akan berusaha untuk mempersiapkan bekal sebaik-baiknya.

Saya jadi ingat, ada ibunya teman saya yang dirumahnya menyiapkan 4 kain batik panjang, (mereka sekeluarga ada 4 orang) kain batik itu yang biasa digunakan untuk menyelimuti jenazah. Katanya supaya kalau ada yg meninggal, tidak usah repot mencari-cari lagi.

Sampai sekarang, saya belum jadi beli kain kafan itu, entah mengapa masih ada perasaan takut untuk menyimpannya dirumah. Padahal kan itu hanya kain putih biasa. Tapi saya memilih menggunakan cara lain untuk mengingat mati, yaitu menulis disebuah kertas kata-kata yang mengingatkan tentang kematian, dan menempelkannya didinding kamar. Semoga dengan begitu kita senantiasa mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Aamiin..

Abdullah bin ‘Umar  mengabarkan, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah n tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah, lalu berkata, ‘Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.’ ‘Mukmin manakah yang paling cerdas?’, tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:
أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا, أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ
“Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Ash-Shahihah no. 1384)

They Know Me So Well


3 hari berturut-turut saya mengalami kejadian yang unik, menurut saya sih.

Jadi hari pertama saya curhat ke sahabat saya kalo saya tuh lagi butuh uang buat suatu keperluan, dan saya berpikir untuk menggadaikan sesuatu milik saya, eh sahabat saya tiba-tiba bilang “pasti mau gadaiin ****** ya?”  loh, kok tau sih? :/

Hari kedua, ada teman curhat ke saya tentang ke galauannya. Lalu saya ceritakan lagi hal tersebut ke sahabat saya yang lainnya, tanpa menyebut nama tentunya. Lalu tiba-tiba sahabat saya bilang “pasti si itu yah yang curhat?” nah, kok bisa tau juga sih? :/

Hari ketiga, saya galau banget karena keperluan yang saya ceritakan diatas itu udah mepet banget waktunya, tapi saya masih ragu buat menggadaikan barang saya. Lalu saya duduk nemenin ayah saya nonton bola. Terus tiba-tiba ayah bilang “ris, kamu kalo butuh uang bilang aja ya sama ayah”. Seketika saya langsung tergagap dan cuma bisa ngangguk.

Ini saya bingung, kenapa mereka semua bisa tau yang ada dipikiran saya? Apa dimuka saya ada tulisannya? Apa muka saya gampang ditebak? :/

Tapi intinya saya bersyukur banget, berarti mereka, ayah dan sahabat-sahabat saya sangat mengerti dan mengenal saya. Dan saya bersyukur tidak jadi pergi ke pegadaian. Hehe

Rabu, 06 Februari 2013

Mengapa Menikah?


Jadi tuh, akhir-akhir ini aku dapet banyaaak bgt undangan nikah. Emang udah masanya kali yaa wanita-wanita seumuranku menikah?

Dulu, pas masih sekolah, aku pernah bikin target ingin menikah di usia 23 tahun. Menurut aku itu usia yang pas, gak kemudaan, gak ketuaan juga. Dan sekarang, umur aku udah hampir mendekati target itu. Nahlohh??hehehe

Apakah aku mau nyebar undangan juga? Belum..hehe

Apakah aku galau pengen ikut-ikutan nikah juga? Hmm.. ga juga tuh.hihi

Seiring berjalannya waktu, seiring banyaknya melihat orang2 yg sudah menikah, aku malah mikir. “mengapa mereka menikah? Memilih hidup bersama orang yang sebelumnya asing bagi mereka? Apa yakin orang itu baik? Apa yakin orang itu tidak akan menyakitinya? Aku sering liat orang yang menikah ujung2nya cerai, atau dipoligami. Waw sereemm...”

Tapi ya pikiran2 itu hanya sekedar lewat aja dikepala. Gak lantas aku jadi ogah nikah juga. Bagaimanapun, menikah itu menyempurnakan separuh agama. Dan bagaimanapun, aku wanita, pasti ingin juga menjadi istri dan ibu dari anak2ku kelak. Dan bagaimanapun juga, ibuku pasti pengen punya mantu lihat anaknya bahagia dengan pendamping hidupnya.

Seorang teman memberi nasihat, “itu yang kamu liat hanya sebagian kecil dari yang ga bahagianya, coba liat contoh lain, lebih banyak yang bahagia kan? Makanya supaya pernikahannya ga berakhir buruk, pilih pasangannya jangan sampe salah, pilihnya yang baik”.

Ya, sekarang fokus kita hanyalah bagaimana caranya menjadi wanita yg baik itu, karena sesuai firman Allah, wanita baik untuk laki-laki baik. Jangan sampai kitanya males solat, eh ngarepnya dapet jodoh ustadz. Kitanya baca qur-an kalo inget doang, eh ngarep dapet jodoh hafidz qur-an. Kan jauhh...

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" Q.S An-nuur : 26

Doa Dalam Diam


“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim no. 4912)

Beberapa waktu yang lalu saya bermimpi kedatangan dua orang sahabat. Di mimpi itu, yang saya ingat dua sahabat saya itu hendak pergi, dan sebelum pergi dia memberikan saya nasihat. (rahasia yaa nasihatnya..hihi..)

Setelah terbangun, saya berpikir, kok bisa ya saya mimpi seperti itu? Dan kebetulan nasihat yang diberikan itu sesuai dengan keadaan saya saat ini. (tapi saya percaya di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, semua pasti terjadi atas skenario Allah)

Lalu saya mengambil kesimpulan, dan agak sedikit kepedean juga, jangan-jangan, selama ini sahabat saya itu selalu mendoakan saya dalam diam? Lalu Allah menyampaikannya lewat mimpi saya?

Entahlah, saya tidak tau mengapa bisa demikian. Yang jelas setelah mimpi tersebut saya jadi semakin termotivasi untuk mewujudkannya. Semoga Allah meridhai. Aamiin..

Jumat, 01 Februari 2013

Cinta Allah dan Rasulullah


“demi cinta, lautan akan ku seberangi, gunung akan ku daki”

Pernah denger kata2 diatas?hehe ternyata kekuatan cinta itu sungguh besar ya, sampai membuat orang rela dan berani melakukan apapun. Kalo kata anak jaman sekarang, “apa sih yang enggak buat neng?”hehe

Dalam kehidupan sehari-hari pun, kekuatan cinta sangat besar. Contohnya, seseorang disuruh nimba 5 ember sama ibunya, nah, rasanya tuh beraaaat bgt. Tapi, begitu pujaan hati yang minta tolong, langsung deh tuh embernya jadi seringan kapas.hehe jangankan 5 ember, sampe sumurnya kering juga dilakuin.hehe (ini lebay bgt, hihi)

Nah, dari situ saya berpikir, berarti, jika seseorang mencintai seorang yg lainnya, maka segala permintaan orang tersebut pasti akan berusaha di penuhi. Karena apa? Karena dia ga mau orang yg dia cintai itu kecewa, karena dia ga mau terlihat jelek dihadapan sang kekasih itu.

Teruuss, apa hubungannya sama judul diatas nih?

Bayangkan, jika yg  kita cintai itu adalah Allah dan Rasulullah, pasti, segala perintahnya akan ringan kita kerjakan. Disuruh solat? Ayoo.. Disuruh puasa? Keciill... Diajak  sedekah? Gampaaang...
Semua akan dilakukan dengan ikhlas, ringan, tanpa perasaan terpaksa. Karena semua dilakukan demi mendapatkan cinta dari Sang Maha Cinta tersebut.

Maka mulai sekarang, belajarlah mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Karena kehidupan kita di dunia ini hanya sementara, di akhiratlah yang kekal.
Rasulullah bersabda, kelak seseorang akan bersama orang yg dicintainya di surga nanti. Siapa sih yg ga mau bersama Rasulullah di surga?? Pasti semua mau kan??

Mengapa Menulis?


Mengapa menulis? Hmm.. setiap orang punya alasan tersendiri mengapa mereka menulis. Ada yang sekedar pengen curhat, ada yang buat ngisi waktu luang, ada yang buat berdakwah, ada yang buat nyari penghasilan juga.

Kalo aku? Kenapa aku menulis? Hmm.... bingung juga sih ya.. (lah nanya sendiri bingung sendiri..)

Pertama sebetulnya, karena aku hobi baca. Dari sekian banyak buku yang aku baca (kebanyakan sih 
novel/buku cerita,hehe abis kalo baca buku yang bahasannya agak berat bawaannya ngantuk, bosen, n jadinya ga selesai-selesai.hihihi *mengakudosa) aku juga jadi terinspirasi pengen menulis. Yah walaupun masih belajar dan masih jauuuuh banget dari kata-kata ‘penulis’ itu sendiri. Tapi setidaknya aku udah coba menulis, yah walaupun baru di blog ini.hehe

“sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat”

Nah, aku juga pengen tuh jadi manusia yang bermanfaat, walaupun cuma secuil aja manfaatnya. Seenggaknya hidupku didunia ini gak sia-sia banget gitu..

Semoga tulisan-tulisan ku ini, yang masih jauuuhh dari kata ‘bagus’ ini (jauhnya kaya dari jakarta ke mesir) bisa sedikit bermanfaat bagi para pembaca. Aamiin..

Tetap doakan aku yaa.. ^^