Saya bukannya mau nyanyi lho.hehe ini lagi mau curhat.
Beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang sahabat saya yang akan menikah. Alhamdulillah acara pernikahannya sudah berlangsung beberapa hari yang lalu. Acara lancar, penuh khidmat, haru, serta meriah. Apalagi ketika diakhir acara sang mempelai pria mempersembahkan sebuah lagu berjudul “teman sejati” kepada mempelai wanita. So sweet..
Bukan itu yg akan saya ceritakan. Saya akan menceritakan,betapa takutnya saya kehilangan sahabat saya itu.
Kami mengenal sejak kelas 1 SMA, itu sekitar 8 tahun yang lalu. Sampai sekarang saya sangat dekat dengannya. Jadi ketika pagi hari saat akad nikah akan berlangsung, saya dilanda galau yang amat sangat. Saya takut kehilangan sahabat saya itu. Saya takut kita tidak bisa sedekat dulu. Berlebihan memang -_-‘ toh pada akhirnya, memang kita semua akan memulai hidup baru dengan orang-orang yang baru.
Acara pernikahan selesai, saya sms sahabat saya itu, hanya satu kata : legaaa.... Tapi sms saya tidak terkirim. Saya mulai berpikir, apa iya saya akan kehilangannya mulai detik ini juga? Lalu saya sms 2 sahabat saya yang lainnya. Ya ternyata sama, kami semua mulai merasa kehilangan. (tapi tetap sangat berbahagia atas pernikahan sahabat kami itu).
Satu sahabat memilih tetap memperlakukan dia sama seperti belum menikah, karena ia tidak siap kehilangan. Lalu saya dan satu sahabat lainnya memilih untuk tidak mengganggu masa-masa pengantin baru mereka. Biarlah ia yang menghubungi kami duluan.
Sahabat saya itu, meski telah menemukan teman sejatinya, tapi tetap, kita semua adalah teman sehatinya..
Barokallah ukhti, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar