Ketika memutuskan untuk tinggal di ruang sunyi, aku pikir ini akan mudah. Segalanya bisa aku tangani sendirian. Mau kekampus kapanpun, tinggal jalan sedikit. Mau makan, tinggal pilih dari sekian banyak penjual. Mau ini, mau itu, semua tersedia.
Aku lupa satu hal, semandiri apapun, kita tetap butuh orang lain. Aku yang tak pernah jauh dari orangtua, hari ini merasakan sangat ingin pulang.
Aku sakit, diare dan mual-mual, serta sindrom haid hari pertama membuatku tak berdaya diruang sunyi ini. Untuk pertama kalinya, aku menangis. Aku rindu ayah ibu. Walaupun jika dirumah, pasti yg pertama ayah lakukan ketika melihatku sakit adalah memarahiku, tapi aku rindu. Aku tau marahnya ayah itu tanda sayangnya. Lalu ibu, akan menceramahiku, tentang pola makanku, tentang aku yang jarang minum. Tapi setelah itu, ayah ibu akan mencarikan obat untukku. Atau sekedar mengusap punggungku. Atau membuatkan teh. Aku rindu.
Ternyata, ini tak mudah.
Tapi aku harus tetap bertahan disini, hingga tujuanku berhasil aku dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar